Peran Ulama dan Umaro Dalam Pembangunan

Gunungkidul – Jelang Pemilu 2019 suhu politik semakin memanas. Tak hanya terjadi di lingkar ibukota negara, kerawanan konflik juga terjadi di daerah. Sebab, isu-isu yang dilempar politikus atau pendukungnya terkadang menyinggung Suku, Agama dan Ras (SARA) serta identitas tertentu.

[PIC2]

Guna mencegah terjadinya konflik horizontal antar pendukung peserta pemilu, dialog Ulama dan saat Umaro digelar oleh Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul di Kecamatan Patuk, jumat 26/10/208 , dengan mengambil tema “Peran Ulama dan Umaro Dalam Pembangunan” .

Wakil Bupati Gunungkidul, DR. Immawan Wahyudi, MH yang hadir pada kegiatan tersebut dalam sambutanya menegaskan, pentingnya pertemuan dan dialog antara Ulama dan Umaro serta tokoh masyarakat agar diperoleh kenyamanan dan ketentraman di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

“Intensifkan silaturahmi dan berkomunikasi untuk mengantisipasi dan mengurangi konflik akibat dari politik yang negatif,” tegas Immawan.

Immawan berharap, berbagai kejadian di Jakarta, masyarakat Gunungkidul tidak terpengaruh. Sebab, tidak semua hal diketahui dan dipahami sehingga masyarakat di daerah rentan ikut terjebak. Isu atau hal-hal yang terjadi dapat menjerumuskan sebab tidak semua tahu agenda dan maksud serta tujuan dibalik peristiwa.

“ Saya berharap Forum ini dapat dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi dan gagasan bagaimana para ulama menjaga Kabupaten Gunungkidul tetap aman, tentram serta guyup rukun sebagai modal sosial serta motivasi pembangunan secara kultural,” ujar Immawan.

Menurutnya, kondisi Kabupaten Gunungkidul yang aman tentram dan guyub rukun sangat menguntungkan. Misalnya terhadap kepentingan investasi ekonomi serta penyelenggaraan pendidikan akan berjalan dengan baik.

Lebih lanjut disampaikan, pertemuan antar ormas Islam juga sangat mendukung kondusifitas wilayah. Pertemuan Ormas NU, MTA, Muhammadiyah, Ahmadiyah, serta LDII yang telah dilaksanakan bertujuan untuk menjalin komunikasi sehingga peran antar organisasi agar dapat selaras dan seimbang.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Gunungkidul, Drs. Yuda Haryanto mengatakan, kegiatan dialog antara Ulama dan Umaro ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan konflik sosial di masyarakat dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang Pemilu tahun 2019.

“Potensi munculnya konflik sosial terutama dampak politisasi SARA dan Identitas.u Konflik horizontal antar para pendukung salah satu calon yang didukung dalam pemilu 2019 harus dicegah,” tandasnya. (*tim_IKP )

Leave Your Comment